NBA Larang Jalen Suggs Gunakan Ikat Kepala di Leher

nba-larang-jalen-suggs-gunakan-ikat-kepala-di-leher

NBA Larang Jalen Suggs Gunakan Ikat Kepala di Leher. Liga NBA secara resmi melarang guard Orlando Magic, Jalen Suggs, untuk mengenakan ikat kepala di lehernya saat memulai pertandingan, seperti yang diumumkan pada 3 Januari 2026. Kebiasaan unik Suggs ini, di mana ia memulai laga dengan ikat kepala melingkar di leher sebelum dipindah ke kepala saat merasa “masuk alur permainan”, kini harus diubah. Aturan ini menekankan bahwa ikat kepala harus dikenakan di kepala sejak tip-off, mencerminkan penegakan ketat liga terhadap penggunaan aksesoris selama pertandingan. Keputusan ini langsung menjadi perbincangan, terutama karena Suggs sedang tampil apik dengan rata-rata 15 poin, 4,7 assist, dan 3,7 rebound per laga, membantu timnya bertengger di posisi kedelapan Konferensi Timur dengan rekor 19-16. INFO PROPERTI

Kebiasaan Unik Jalen Suggs: NBA Larang Jalen Suggs Gunakan Ikat Kepala di Leher

Jalen Suggs, pemain berusia 24 tahun yang dipilih sebagai pick kelima draft 2021, sudah lama menerapkan ritual ini sejak awal musim. Ia sering memulai pertandingan dengan ikat kepala melingkar di leher seperti choker, lalu memindahkannya ke dahi setelah beberapa menit bermain. Menurut Suggs sendiri, kebiasaan ini berasal dari masa SMA saat ia bermain football sebagai quarterback, di mana gaya itu bagian dari “drip” atau penampilan khasnya. “Saya pakai di leher, lalu saat sudah masuk flow permainan, saya pindah ke kepala dan kita gaspol,” katanya. Ritual ini bukan hanya gaya, tapi juga menjadi ciri khas yang membuatnya menonjol, terutama di tengah performa solidnya sebagai defender tangguh dengan rata-rata 1,9 steal per game. Namun, liga memutuskan ini melanggar aturan penggunaan aksesoris yang harus sesuai fungsi asli.

Alasan Larangan dari NBA: NBA Larang Jalen Suggs Gunakan Ikat Kepala di Leher

NBA menerapkan larangan ini untuk menjaga keselamatan pemain dan keseragaman aturan peralatan. Ikat kepala yang dikenakan di leher dianggap berisiko, seperti potensi tersangkut jari lawan atau menyebabkan cedera tidak sengaja, mirip kasus aksesoris lain yang pernah dilarang. Liga memiliki regulasi ketat soal jewelry dan aksesoris yang bisa dianggap berbahaya, meski ikat kepala Suggs hanya kain biasa. Ini bukan pertama kalinya NBA campur tangan soal ikat kepala—sebelumnya, gaya “ninja-style” dilarang pada musim 2019-2020 karena panjang dan cara ikatannya, serta kasus lain seperti ikat kepala ganda atau logo terbalik. Keputusan ini diumumkan saat siaran pertandingan melawan Chicago Bulls, di mana Suggs harus langsung menyesuaikan. Meski terlihat sepele, aturan ini menunjukkan komitmen liga untuk mencegah potensi masalah sebelum berkembang.

Reaksi dan Dampak bagi Suggs serta Tim

Reaksi dari fans dan komunitas basket cukup ramai, dengan banyak yang menganggap larangan ini berlebihan karena ritual Suggs tak mengganggu permainan. Beberapa membandingkannya dengan kasus lama seperti pemain yang dilarang pakai ikat kepala ganda atau aksesoris lain. Bagi Suggs, perubahan ini datang di saat timnya sedang berjuang dengan cedera, termasuk dirinya yang baru pulih dari masalah pinggul dan lutut. Orlando Magic, yang sedang bersaing ketat di playoff spot, bergantung pada kontribusi Suggs di kedua sisi lapangan. Meski ritual ini hilang, Suggs diharapkan tetap fokus, terutama karena timnya butuh konsistensi untuk naik peringkat. Larangan ini juga memicu diskusi lebih luas soal ruang ekspresi individu pemain di era NBA yang semakin ketat aturan.

Kesimpulan

Larangan NBA terhadap kebiasaan Jalen Suggs mengenakan ikat kepala di leher menjadi berita hangat di awal 2026, menyoroti keseimbangan antara ekspresi pribadi dan regulasi keselamatan. Meski ritual ini menjadi signature move Suggs yang tak berbahaya, liga memilih penegakan aturan untuk menghindari risiko. Suggs, dengan performa impresifnya, dipastikan akan beradaptasi cepat dan tetap jadi pilar penting bagi Orlando Magic. Keputusan ini mengingatkan bahwa di NBA, bahkan detail kecil seperti aksesoris bisa jadi sorotan, tapi yang terpenting tetap performa di lapangan. Suggs dan timnya kini fokus melanjutkan musim dengan target playoff lebih tinggi, tanpa “choker” khas itu lagi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *