Deadline 5 Feb: Cavs Incar Big Man Lagi

Deadline 5 Feb: Cavs Incar Big Man Lagi

Deadline 5 Feb: Cavs Incar Big Man Lagi. Cleveland Cavaliers, tim yang sedang berjuang untuk kembali ke puncak kompetisi NBA, kembali menjadi sorotan menjelang trade deadline pada 5 Februari 2026. Setelah melakukan pertukaran besar dengan mengakuisisi James Harden dari Los Angeles Clippers sebagai ganti Darius Garland, Cavs tampak belum puas. Mereka dikabarkan tengah membidik pemain bertipe big man untuk memperkuat lini depan. Langkah ini bukan yang pertama; Cavs pernah aktif mencari pemain serupa di musim-musim sebelumnya, dan kini, dengan roster yang semakin matang di sekitar Donovan Mitchell, mereka ingin menambahkan kekuatan di posisi center atau power forward. Dengan deadline tinggal hitungan hari, spekulasi semakin memanas, terutama setelah performa tim yang naik-turun di paruh pertama musim ini. Tujuan utamanya jelas: meningkatkan daya saing untuk playoff dan potensi gelar juara. BERITA TERKINI

Latar Belakang Perburuan Pemain Baru: Deadline 5 Feb: Cavs Incar Big Man Lagi

Musim 2025-2026 belum berjalan mulus bagi Cavaliers. Meski memenangkan delapan dari sepuluh pertandingan terakhir, rekor mereka di sekitar .500 menunjukkan kebutuhan akan penyesuaian. Akuisisi Harden baru-baru ini memang mengejutkan, menggantikan Garland yang cedera dengan guard veteran berpengalaman. Namun, ini justru membuka peluang untuk perubahan lebih lanjut. Cavs berada di atas second apron salary cap, yang membatasi fleksibilitas mereka, tapi mereka telah menjajaki cara untuk mengurangi beban gaji. Salah satunya dengan mempertimbangkan perdagangan Jarrett Allen, center utama mereka dengan kontrak senilai 90,7 juta dolar untuk tiga musim ke depan. Allen, meski solid secara defensif, dianggap sebagai kunci untuk membuka kemungkinan akuisisi pemain bintang lain. Selain itu, pemain seperti Lonzo Ball dan De’Andre Hunter juga masuk dalam daftar potensial untuk ditukar, guna menciptakan ruang cap yang lebih longgar. Langkah ini sejalan dengan tekanan internal, terutama karena Donovan Mitchell akan memasuki masa ekstensi kontrak musim panas ini. Cavs tidak ingin kehilangan momentum, terutama setelah melihat rival seperti Milwaukee Bucks dan Dallas Mavericks juga aktif di pasar perdagangan.

Target Potensial: Anthony Davis dan Pemain Lainnya: Deadline 5 Feb: Cavs Incar Big Man Lagi

Di antara nama-nama yang muncul, Anthony Davis dari Dallas Mavericks menjadi target utama yang menarik perhatian. Davis, forward serba bisa dengan riwayat cedera tapi kemampuan defensif dan ofensif kelas atas, bisa menjadi pasangan ideal bagi Evan Mobley di lini depan. Cavs dikabarkan telah berdiskusi dengan Mavericks, meski kesepakatan masih jauh dari kata pasti. Selain Davis, nama lain seperti Bobby Portis dari Bucks juga disebut-sebut. Portis, big man yang tangguh dengan kemampuan tembak dari luar, bisa menambah kedalaman bench tanpa mengorbankan terlalu banyak aset. Portis telah membuktikan diri sebagai pemain kunci di tim pemenang gelar, dan kemampuannya rebound serta scoring off the bench akan melengkapi roster Cavs yang saat ini bergantung pada Mobley dan Allen. Ada juga spekulasi tentang Giannis Antetokounmpo, meski ini lebih ke arah mimpi besar daripada realitas jangka pendek. Namun, fokus utama tetap pada big man yang bisa langsung berkontribusi, seperti Davis atau Portis, untuk mengatasi kelemahan di paint area. Cavs juga mempertimbangkan pemain seperti Rui Hachimura atau Naji Marshall untuk opsi lebih murah, tapi prioritas adalah sosok yang bisa meningkatkan pertahanan dan serangan secara signifikan. Dengan aset seperti pick ronde kedua dan pemain cadangan, Cavs berusaha menyusun paket yang menarik tanpa menguras masa depan tim.

Dampak Potensial terhadap Tim dan Strategi Jangka Panjang

Jika berhasil mendapatkan big man baru, dampaknya bisa langsung terasa. Misalnya, pasangan Davis dengan Mobley akan menciptakan duo defensif yang sulit ditembus, sementara Harden dan Mitchell mengurus serangan. Ini bisa mendorong Cavs ke posisi lebih tinggi di Eastern Conference, mungkin menantang tim seperti Boston Celtics atau New York Knicks. Namun, risiko juga ada: perdagangan Allen berarti melepas anchor defensif yang telah menjadi tulang punggung tim selama bertahun-tahun. Selain itu, menambahkan pemain veteran seperti Davis, yang rentan cedera, bisa membebani rotasi jika tidak dikelola dengan baik. Dari sisi finansial, langkah ini akan membantu Cavs menghindari second apron musim depan, memberi ruang untuk perpanjangan kontrak Mitchell dan pengembangan pemain muda seperti Jaylon Tyson. Strategi ini menunjukkan ambisi Cavs untuk mode “win-now”, terutama setelah trade Harden yang mengejutkan banyak pihak. Tapi, jika gagal, mereka mungkin bertahan dengan roster saat ini dan fokus pada buyout market pasca-deadline, seperti potensi reuni dengan Kevin Love atau Larry Nance Jr. Secara keseluruhan, perubahan ini bisa mengubah dinamika tim, membuat mereka lebih kompetitif tapi juga lebih rentan terhadap ketidakpastian.

Kesimpulan

Dengan trade deadline 5 Februari 2026 semakin dekat, Cleveland Cavaliers tampak siap mengambil risiko untuk memperkuat posisi big man. Setelah sukses mendatangkan Harden, perburuan ini bisa menjadi kunci untuk mengembalikan Cavs ke jalur juara. Apakah Anthony Davis, Bobby Portis, atau nama lain yang akhirnya bergabung, langkah ini mencerminkan tekad tim untuk tidak hanya bertahan, tapi mendominasi. Para penggemar tentu berharap keputusan ini membawa hasil positif, mengingat sejarah Cavs yang penuh dengan momen dramatis di pasar perdagangan. Apa pun hasilnya, musim ini semakin menarik untuk disimak.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *