Celtics Dominasi Bucks 107-79, Jaylen Brown 30 Poin

Celtics Dominasi Bucks 107-79, Jaylen Brown 30 Poin

Celtics Dominasi Bucks 107-79, Jaylen Brown 30 Poin. Boston Celtics kembali menegaskan status mereka sebagai tim terbaik di liga dengan kemenangan telak 107-79 atas Milwaukee Bucks di TD Garden. Pertandingan yang berlangsung pada awal 2026 ini menjadi salah satu penampilan paling dominan Celtics musim ini, di mana mereka berhasil mengunci Bucks hanya pada 79 poin—angka terendah yang pernah dicetak lawan mereka dalam beberapa musim terakhir. Jaylen Brown menjadi pusat perhatian dengan mencetak 30 poin secara efisien, memimpin serangan seimbang yang membuat Bucks tak berkutik sejak kuarter pertama. Kekalahan besar ini menambah tekanan pada Milwaukee yang sedang mencari konsistensi, sementara Celtics terus menjaga rekor impresif mereka di puncak Wilayah Timur. REVIEW FILM

Jaylen Brown Memimpin dengan Performa Kelas Atas: Celtics Dominasi Bucks 107-79, Jaylen Brown 30 Poin

Jaylen Brown tampil luar biasa sepanjang malam itu. Dengan 30 poin dari 12-of-19 tembakan (termasuk 4 tripoin), ia menunjukkan variasi serangan yang sulit dihentikan: drive ke ring, mid-range jumper, dan tembakan dari luar yang akurat. Brown juga menyumbang 7 rebound dan 4 assist, serta aktif di sisi pertahanan dengan 2 steal dan 1 blok. Khususnya di kuarter kedua dan ketiga, ia mencetak 18 poin yang membantu Celtics membuka keunggulan hingga lebih dari 20 poin.
Penampilan ini bukan kebetulan. Musim ini Brown rata-rata mencetak lebih dari 25 poin per laga dengan efisiensi tinggi, dan melawan Bucks ia tampak sangat nyaman menghadapi pertahanan yang mencoba menjaganya ketat. Kemampuannya membaca situasi dan memanfaatkan mismatch membuatnya menjadi ancaman konstan, terutama ketika Bucks mencoba menempatkan pemain yang lebih kecil atau lebih lambat untuk menjaganya.

Pertahanan Celtics yang Menyiksa Bucks: Celtics Dominasi Bucks 107-79, Jaylen Brown 30 Poin

Kunci utama kemenangan Celtics adalah pertahanan yang luar biasa. Mereka membatasi Bucks pada persentase tembakan hanya 38% dari lapangan dan 24% dari tripoin. Milwaukee kesulitan menciptakan ruang, sering kali terpaksa mengambil tembakan terburu-buru atau kehilangan bola di tengah tekanan. Celtics memaksa 18 turnover dan mengubahnya menjadi 24 poin, sebuah statistik yang menunjukkan seberapa agresif dan terorganisirnya rotasi pertahanan mereka.
Jayson Tatum menyumbang 18 poin, 8 rebound, dan 5 assist meski tidak mencetak banyak di kuarter awal, sementara Derrick White dan Jrue Holiday memberikan kontribusi besar di lini belakang dengan total 12 steal dan 8 blok gabungan. Al Horford dan Luke Kornet juga tampil solid di paint, membatasi penetrasi Giannis Antetokounmpo yang hanya mencetak 18 poin dengan efisiensi rendah. Secara keseluruhan, Celtics memenangkan pertarungan paint 52-38 dan second-chance points 18-6, menunjukkan dominasi total di kedua sisi lapangan.

Bucks Terlihat Tanpa Arah

Milwaukee Bucks tampak kesulitan menemukan identitas mereka malam itu. Giannis Antetokounmpo finis dengan 18 poin, 11 rebound, dan 4 assist, tapi ia terlihat frustrasi sepanjang laga dan sering kali dipaksa mengoper bola karena tekanan ganda dari Celtics. Damian Lillard hanya mencetak 14 poin dengan 5-of-14 tembakan, sementara Khris Middleton menyumbang 12 poin. Tidak ada pemain Bucks yang mencetak lebih dari 18 poin, sebuah tanda bahwa serangan mereka benar-benar mati kutu.
Bucks juga kalah telak di transisi (Celtics mencetak 22 poin fast break) dan gagal memanfaatkan ukuran serta atletis mereka di bawah ring. Pelatih Doc Rivers pasca-pertandingan menyebut perlunya perbaikan besar di sisi pertahanan dan eksekusi, terutama ketika menghadapi tim yang bermain secepat dan sefokus Celtics. Kekalahan ini menjadi yang terbesar bagi Bucks musim ini dan menambah kekhawatiran tentang chemistry serta kesehatan tim di tengah jadwal yang padat.

Kesimpulan

Kemenangan 107-79 atas Milwaukee Bucks bukan sekadar hasil bagus, melainkan pernyataan keras bahwa Boston Celtics masih menjadi tim yang harus ditakuti di liga. Dengan Jaylen Brown yang tampil di level All-Star, pertahanan kolektif yang mencekik, dan kontribusi seimbang dari seluruh roster, Celtics menunjukkan mengapa mereka tetap menjadi favorit utama Wilayah Timur dan penantang gelar serius. Bagi Bucks, kekalahan telak ini menjadi alarm keras bahwa masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika ingin kembali ke level kompetitif tertinggi. Malam ini TD Garden sekali lagi menjadi saksi dominasi Celtics—dan dengan penampilan seperti ini, mereka terus mengirim pesan bahwa gelar juara yang mereka incar bukan sekadar mimpi, melainkan tujuan yang sangat realistis.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *