David Singleton Sebut Kelemahan Pelita Jaya

david-singleton-sebut-kelemahan-pelita-jaya

David Singleton Sebut Kelemahan Pelita Jaya. Pelita Jaya Jakarta sedang menjalani transisi besar di bawah arahan David Singleton, pelatih asal Amerika Serikat yang resmi bergabung sejak 2025. Setelah sukses membawa Prawira Bandung juara IBL 2023, Singleton kini ditugaskan mengembalikan kejayaan tim oranye-biru yang sempat mendominasi liga beberapa tahun lalu. Dalam salah satu laga terbaru, Pelita Jaya berhasil membantai Pacific Caesar dengan skor meyakinkan, tapi Singleton justru menekankan bahwa kemenangan itu belum sempurna. Ia secara terbuka menyebut kelemahan utama tim, terutama di aspek offensive rebound yang masih kurang maksimal. Pernyataan ini menunjukkan pendekatan Singleton yang realistis: tak mau terlena oleh hasil bagus sementara, melainkan fokus membangun fondasi kuat untuk target juara di akhir musim. MAKNA LAGU

Kelemahan Utama yang Disebut Singleton: David Singleton Sebut Kelemahan Pelita Jaya

Singleton langsung menyasar offensive rebound sebagai titik lemah paling mencolok. Dalam pertandingan melawan Pacific Caesar, Pelita Jaya hanya mengamankan 12 offensive rebound sepanjang laga. Menurutnya, angka itu terlalu rendah mengingat potensi skuad yang punya pemain-pemain tinggi dan atletis seperti import player serta big man lokal. “Kami seharusnya bisa lebih memaksimalkan offensive rebound. Kali ini kami hanya mendapatkan 12 saja,” ujar Singleton pasca-laga. Ia menjelaskan bahwa peluang kedua ini krusial untuk menjaga momentum serangan, terutama saat tembakan luar tak masuk. Kurangnya agresivitas di papan pantul lawan membuat tim kehilangan kesempatan mencetak poin mudah dan mengontrol tempo permainan. Singleton juga menyinggung bahwa tim masih terlalu bergantung pada serangan terbuka, sementara di laga-laga ketat nanti, kemampuan second chance points akan jadi pembeda. Ia menilai ini sebagai PR besar yang harus segera diatasi melalui latihan khusus dan penyesuaian strategi.

Dampak terhadap Performa Tim Secara Keseluruhan: David Singleton Sebut Kelemahan Pelita Jaya

Kelemahan di offensive rebound ini berdampak pada efisiensi serangan Pelita Jaya. Meski tim punya lini depan yang tajam dengan pemain seperti Amorie Archibald, Darious Moten, dan Jeff Withey yang mampu mencetak poin tinggi, kurangnya bola pantul kedua membuat mereka kadang kehilangan ritme. Di musim baru ini, Pelita Jaya memang masih dalam proses adaptasi dengan gaya Singleton yang menekankan pertahanan ketat dan transisi cepat. Namun, jika offensive rebound tak ditingkatkan, tim berisiko kesulitan melawan lawan-lawan tangguh seperti Dewa United atau Rans Pikiran di fase krusial. Singleton menekankan bahwa pertahanan tim sudah bagus—ia bahkan memuji soliditas belakang setelah laga tersebut—tapi serangan perlu keseimbangan lebih baik. Ia tak mau tim puas hanya dengan kemenangan besar; sebaliknya, ia ingin setiap aspek dievaluasi agar tak ada celah saat menghadapi tim yang lebih disiplin.

Langkah Perbaikan dan Harapan ke Depan

Singleton sudah menyusun rencana konkret untuk mengatasi kelemahan ini. Ia berencana meningkatkan latihan rebounding drills, fokus pada positioning dan timing lompatan, serta mendorong big man untuk lebih agresif menyerang ring. Selain itu, ia ingin pemain lokal seperti Andakara Prastawa dan Brandon Jawato lebih aktif membantu di area cat untuk menciptakan mismatch. Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Singleton yang selalu menekankan detail kecil untuk membangun dinasti juara. Meski musim masih panjang, pernyataan terbuka ini menunjukkan komitmennya membangun tim yang matang, bukan hanya mengandalkan talenta individu. Suporter Pelita Jaya tentu berharap perbaikan cepat terjadi, terutama menjelang laga-laga besar di IBL 2026. Dengan pengalaman Singleton, optimisme tetap tinggi bahwa kelemahan ini bisa diatasi sebelum memasuki playoff.

Kesimpulan

David Singleton tak segan menyebut kelemahan Pelita Jaya, khususnya offensive rebound yang masih minim, meski tim baru saja meraih kemenangan meyakinkan. Pendekatan jujur ini justru menjadi sinyal positif bahwa pelatih ingin tim terus berkembang, bukan berpuas diri. Dengan skuad berkualitas dan visi juara yang kuat, Pelita Jaya punya potensi besar jika area lemah ini segera diperbaiki. Musim IBL 2026 masih panjang, dan Singleton tampaknya siap membawa tim ke level lebih tinggi melalui kerja keras dan evaluasi terus-menerus. Bagi fans, ini adalah tanda bahwa era baru di Pelita Jaya sedang dibangun dengan fondasi solid.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *