JJ Redick Bahagia Usai Lakers Masih Sulit Untuk Dikalahkan

jj-redick-bahagia-usai-lakers-masih-sulit-untuk-dikalahkan

JJ Redick Bahagia Usai Lakers Masih Sulit Untuk Dikalahkan. Pada konferensi pers pasca-kemenangan atas Clippers di NBA Cup pada 26 November 2025, pelatih tim basket Los Angeles Lakers, JJ Redick, tak bisa menyembunyikan senyum lebarnya. “Tim ini mulai jadi sulit dikalahkan, dan itu bikin saya bahagia,” katanya santai, sambil menekankan betapa bangganya ia dengan rekor 13-4 musim ini. Di tahun kedua kepelatihannya, Redick telah ubah Lakers dari tim yang sering goyah jadi mesin yang tangguh, terutama di kuarter keempat—di mana mereka kini pegang rekor 57-4 saat unggul setelah tiga kuarter, rekor NBA tertinggi. Dengan Luka Doncic dan LeBron James sebagai pilar, plus kedalaman skuad yang lebih baik, Lakers duduk di posisi kedua Barat, unggul empat game dari Thunder. Redick, mantan pemain yang kini pelatih, bilang ini soal budaya: “Kami main keras setiap malam, bahkan saat tembakan tak masuk.” Tren ini bukan kebetulan—ia hasil dari transformasi sejak musim lalu, di mana Redick bangun identitas baru. INFO SLOT

Rekor Kuarter Keempat yang Bikin Lawan Gentar: JJ Redick Bahagia Usai Lakers Masih Sulit Untuk Dikalahkan

Salah satu alasan utama Redick bahagia adalah dominasi Lakers di babak akhir. Rekor 57-4 saat unggul setelah tiga kuarter bukan cuma angka—itu rekor liga untuk pelatih dengan minimal 60 game. Dalam kemenangan 135-118 atas Clippers, Lakers unggul lima poin setelah tiga kuarter, lalu jebol 17 poin di keempat. Doncic cetak 43 poin plus 13 assist, tapi Redick puji eksekusi tim: “Kami tak pernah menyerah, bahkan saat lawan tekan.” Ini kontras dengan musim lalu, di mana Lakers sering kehilangan lead karena kurang fokus. Kini, dengan rotasi pintar—seperti masukkan bench player untuk jaga energi—mereka ubah momen krusial jadi keunggulan. Redick bilang, “Ini referensi point: kami bisa kalahkan tim bagus meski tak sempurna.” Hasilnya, lawan kini ragu unggul tipis lawan Lakers, karena comeback jadi ciri khas tim ini.

Transformasi Budaya yang Redick Tanamkan: JJ Redick Bahagia Usai Lakers Masih Sulit Untuk Dikalahkan

Redick tak henti-henti bicara soal “main keras setiap malam,” dan itu terbukti di lapangan. Musim ini, Lakers rank tinggi di hustle plays: lebih banyak rebound ofensif (kedua di liga) dan tekanan defensif yang naik 15 persen dari musim lalu. Bahkan tanpa LeBron di awal karena cedera sciatica, tim tetap menang—bukti kedalaman skuad. Redick, yang janjikan budaya baru saat diangkat, kini lihat buahnya: “Kami bangun sesuatu yang tahan banting.” Contohnya, kemenangan atas Bucks 119-95 di mana Doncic dominan 41 poin, tapi tim tetap kompak meski shooting off. Redick juga bangga dengan adaptasi: volume three-pointer naik dari 32.3 ke 35 per game, fokus pada shot bagus seperti spray-out dan transition. Ini bikin Lakers fleksibel—bisa grind di paint atau bombard dari luar, tergantung matchup.

Kontribusi Bintang dan Rotasi Pintar

Doncic jadi motor utama, dengan rata-rata 30 poin plus 10 assist, tapi Redick tekankan tim: “Bukan soal satu orang, tapi bagaimana kami saling dukung.” LeBron, yang kembali kuat pasca-cedera, beri leadership di momen sulit, sementara bench seperti Austin Reaves dan Jarred Vanderbilt tambah energi defensif. Redick pintar rotasi—mainkan rookie seperti Bronny James untuk pengalaman, meski tegas: “Main sekeras mungkin, atau duduk.” Ini ciptakan akuntabilitas, bikin tim sulit dikalahkan bahkan saat Doncic off-night. Redick bilang, “Saya bahagia karena kami punya championship shape: komunikasi, habit, dan effort.” Tren ini lanjut: empat kemenangan beruntun sebelum Clippers, termasuk atas tim playoff seperti Timberwolves.

Kesimpulan

JJ Redick punya alasan besar untuk bahagia—Lakers kini tim yang sulit dikalahkan, dengan rekor kuarter keempat elit dan budaya keras yang ia tanamkan. Dari 13-4 di Barat, ini awal cerah musim 2025-26, meski cedera seperti Ayton ganggu. Redick tak sombong: “Kami masih punya banyak yang dibangun, tapi ini fondasi kuat.” Dengan Doncic dan LeBron sebagai pilar, plus rotasi pintar, Lakers siap rebut gelar. Bagi Redick, yang awalnya diragukan sebagai pelatih pemula, ini validasi: ia tak cuma komentar, tapi bangun tim juara. Musim panjang, tapi tren ini janjikan perburuan gelar sengit—dan Redick, dengan senyumnya, siap pimpin perjalanan itu.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *