Rio Disi Resmi Cetak 1.000 Poin di IBL. Rio Disi resmi mencatatkan nama dalam sejarah Indonesian Basketball League (IBL) setelah berhasil mengumpulkan 1.000 poin sepanjang kariernya di kompetisi tersebut. Pencapaian ini tercapai pada pertandingan melawan Rans Pik Basketball di GOR C-Tra Arena, Bandung, 14 Januari 2026. Guard berusia 28 tahun itu mencetak 18 poin di laga tersebut, termasuk tembakan tiga angka krusial di kuarter ketiga yang membuat total poin kariernya menyentuh angka 1.000. Rio menjadi pemain ke-12 dalam sejarah IBL yang mencapai milestone ini, dan pencapaiannya langsung disambut hangat oleh rekan setim, pelatih, serta suporter yang hadir langsung di venue. Momen ini bukan hanya soal angka, tapi juga bukti konsistensi dan dedikasi Rio selama hampir satu dekade berkiprah di liga domestik. INFO GAME
Perjalanan Karier Rio Disi Menuju 1.000 Poin: Rio Disi Resmi Cetak 1.000 Poin di IBL
Rio memulai karier profesionalnya di IBL pada musim 2017 bersama tim asal Jawa Barat. Awalnya dikenal sebagai pemain muda berbakat dengan kemampuan menembak jarak jauh yang akurat, ia perlahan berkembang menjadi salah satu guard andalan. Musim pertama hanya mencetak sekitar 120 poin, tapi angka itu terus meningkat seiring bertambahnya menit bermain dan kepercayaan pelatih. Puncak performa terjadi pada musim 2021-2022 ketika ia menjadi top scorer tim dengan rata-rata lebih dari 15 poin per laga. Rio juga dikenal sebagai pemain yang jarang cedera panjang, sehingga ia hampir selalu tampil di setiap musim tanpa absen berkepanjangan. Konsistensi ini menjadi kunci utama hingga akhirnya ia mencapai 1.000 poin. Sebagian besar poinnya berasal dari tembakan tiga angka (sekitar 38 persen) dan free throw yang sangat akurat, menjadikannya salah satu penembak terbaik di posisinya.
Kontribusi di Lapangan dan Kepemimpinan di Tim: Rio Disi Resmi Cetak 1.000 Poin di IBL
Selain kemampuan mencetak poin, Rio Disi dikenal sebagai pemain yang selalu memberikan dampak positif di luar statistik. Ia sering menjadi pengatur tempo di lapangan, memberikan assist penting, serta menjaga moral tim saat situasi sulit. Di musim ini saja, Rio sudah mencatatkan rata-rata 14,2 poin, 4,1 assist, dan 2,3 rebound per laga. Ia juga menjadi salah satu pemimpin di ruang ganti, sering memberikan motivasi kepada pemain muda. Pelatih timnya menyebut Rio sebagai contoh pemain yang terus belajar dan tidak pernah puas dengan pencapaian pribadi. Saat mencetak poin ke-1.000, Rio langsung dihentikan permainan sejenak oleh wasit untuk penghormatan. Rekan setim membentuk lingkaran di tengah lapangan, memberikan tepuk tangan, dan memeluknya satu per satu. Momen emosional itu menjadi sorotan utama malam itu, menunjukkan betapa dihargainya kontribusi Rio oleh seluruh tim.
Dampak bagi IBL dan Generasi Mendatang
Pencapaian Rio Disi mencetak 1.000 poin bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga inspirasi bagi pemain muda di Indonesia. Di era ketika banyak talenta basket Tanah Air memilih berkarier di luar negeri atau liga lain, Rio memilih bertahan dan membuktikan bahwa konsistensi di IBL bisa membawa nama besar. Ia menjadi bukti bahwa pemain lokal mampu bersaing dan meninggalkan jejak panjang di liga domestik. Beberapa pemain muda dari akademi timnya langsung menyebut Rio sebagai idola, terutama karena gaya bermainnya yang sederhana tapi efektif. Federasi basket nasional juga memberikan apresiasi khusus melalui pernyataan resmi, menyebut pencapaian ini sebagai motivasi bagi seluruh ekosistem basket Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas. Dengan usia masih 28 tahun, Rio kemungkinan besar akan menambah ratusan poin lagi dan berpotensi masuk daftar 10 besar pencetak poin sepanjang masa IBL.
Kesimpulan
Rio Disi resmi mencapai 1.000 poin di IBL adalah momen bersejarah yang layak dirayakan. Dari perjalanan panjang sejak debut, konsistensi performa, hingga kontribusi di luar lapangan, semuanya membuktikan bahwa ia adalah salah satu pemain paling berpengaruh di liga saat ini. Pencapaian ini tidak hanya menambah daftar prestasi pribadi, tapi juga menginspirasi generasi baru untuk terus berjuang di kompetisi domestik. Bagi Rio, 1.000 poin hanyalah satu bab dalam karier yang masih panjang. Suporter dan pecinta basket Indonesia kini menanti langkah selanjutnya dari guard yang dikenal rendah hati ini, dengan harapan ia terus menulis sejarah lebih banyak lagi di IBL. Selamat, Rio Disi—angka 1.000 baru permulaan.